Pernikahan adalah seseatu yang istimewa. Semua berharap menikah hanya sekali seumur hidup. Saat menjelang pernikahan muncul perasaan was - was, takut kalo" terjadi sesuatu saat pernikahan. Terlebih pada calon pengantin laki-laki yang semalaman menghafalkan teks ijab qobul untuk besok. Tapi bagaimana kalo sebelum pernikahan keluarga pengantin sudah siap apabila saat pernikahan berlangsung menerima kabar akan kepergian seseorang? Setelah resepsi pernikahan mereka siap untuk menyiapkan pemakaman seseorang.
Cerita ini datang dari temanku, teman dekatku. Tiga hari yang lalu tepatnya tanggal 2 Agustus, Mbak Mela kakak temanku yang sudah kuanggap kakakku sendiri melangsungkan resepsi pernikahan. Ijab Qabul sudah dilaksanakan sebelum Ramadhan, mungkin sekitar 1 bulan sebelumnya. Malam menjelang resepsi pernikahan Mbak Mela semuanya tegang. Om Mbak Mela, Om Agung memang sudah keluar masuk rumah sakit sejak beberapa bulan terakhir ini. Awalnya Om Agung dirawat di rumah sakit swasta dekat desa kami. Yang merawat Om Agung selama ini keluarga Mbak Mela. Mbak Mela dan keluarga bolak balik rumah sakit untuk merawat Om Agung. Dan puncaknya adalah malam tanggal 2 Agustus, malam menjelang pernikahan Mbak Mela. Malam itu Om Agung sudah berada di ICU rumah sakit daerah. Alhamdulillahnya udah ada keluarga yang merawat Om Agung, jadi keluarga Mbak Mela bisa fokus menyiapkan resepsi pernikahan.
Malam itu semuanya tegang, ya walaupun semua sudah siap dengan kabar terburuk tapi tetap saja semua ingin pernikahan Mbak Mela berjalan lancar tanpa ada berita buruk. Apapun yang terjadi pernikahan akan tetap berlangsung. Alhamdulillah di hari itu, pernikahan berjalan lancar tanpa adanya berita buruk. Minggu pagi, tgl 3 Agustus Om Agung dipanggil Allah. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semua keluarga sudah siap akan kepergian Om Agung.
Kematian, tidak ada yang kapan akan datang. Kalau di lihat dari kasusnya Mbak Mela semua sudah siap akan kepergian Om Agung. Tapi bagaimana dengan kita? Disaat kita merayakan pesta ulang tahun, atau mungkin pesta pernikahan ada kabar seseorang yang kita sayangi, yang sehat - sehat saja tiba - tiba pergi meninggalkan kita begitu saja atau mungkin kita sendirilah yang tiba - tiba dipanggil. Semoga hal tersebut tidak menimpa kita, amiiin.
Walaupun tidak berharap hal seperti itu akan tetapi kita harus siap kapan pun kita dipanggil atau keluarga kita yang dipanggil. Untuk itu karena kematian datang secara tiba-tiba tidak mengenal tempat dan waktu kita harus punya bekal dari sekarang.
Pepatah mengatakan, "Waktu ibarat pedang". Selagi kita masih punya waktu untuk beribadah kepada Allah mari kita gunakan waktu tersebut. Setiap saat mari basahi bibir kita dengan dzikir, gunakan tangan ini untuk beribadah, membantu sesama, gunakan kaki ini untuk melangkah menuju tempat - tempat yang di ridhoi Allah. Dan selalu ingat kepada-Nya.Selagi Allah masih memberikan kita waktu berkumpul dengan orang - orang yang kita sayangi, tunjukkanlah kasih sayangmu pada mereka, berbuat baiklah pada mereka karena kita tak tahu kapan kita pergi atau kapan mereka pergi. Janganlah sakiti ayah dan ibumu. Berbuat baiklah kepada mereka selagi kita bisa.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar