Minggu, 14 September 2014

Kekasih tak Dianggap

Cerita ini datang dari teman kuliah q, anggap saja dia bernama Mela. Mela adalah seorang mahasiswi yang aktif di organisasi kampus. Dia bercita - cita ingin menjadi penulis, tapi karena entah apa dia masuk ke universitas kesehatan tempat dimana sekarang kami menuntut ilmu. Mela terkenal lebay, dan sosok yang tidak sedikit teman kami yang menyukainya entah karena kelebaiannya atau karena apa. Dahulu aku biasa saja terhadapnya, bahkan aku pernah dekat dengannya tapi tidak tahu mengapa tiba - tiba aku merasa tidak nyaman terhadapnya. Tidak semua orang tidak menyukainya, mungkin teman - teman kami yang cowok lebih menyukainya daripada aku. Yach Mela juga terkenal dekat dengan beberapa teman laki - laki kami dan berdasarkan cerita - cerita yang pernah dia tuturkan, dia sempat menyukai beberapa laki - laki yang tengah dekat dengannya. Salah satu laki - laki yang dekat dengannya adalah Putra.
Putra adalah laki - laki yang pendiam kalau di kelas. Lumayanlah, aku sempat pernah tertarik dengannya tapi hanya sesaat. Siapa sangka kalau Putra menyukai Mela. Putra menyatakan cintanya lewat sms. Awalnya sie Mela menolak karena menurut pengakuan awalnya dia tidak menyukai Putra. Tapi selang beberapa hari perasaan itu muncul. Mela mengajak ketemuan Putra untuk menjelaskan perasaannya. nach sejak saat itu Putra dan Mela jadian. Perjalanan cinta mereka aneh menurutku. Baik Mela atau Putra tidak menginginkan jalan bareng, brangkat bareng, mangkat bareng, pokoknya yang serba bareng deh seperti pasangan - pasangan lainnya.. Alasannya karena norak. karena mereka jarang bahkan mungkin nggak pernah yang namanya bareng, cuma sedikit teman - teman kelas kami yang mengetahui kalau mereka pacaran. Masa pacaran mereka juga nggak lama, mungkin cuma 1 atau 2 bulan, bahkan mungkin kurang. Singkat banget. Sampai setelah mereka putus, cuma sebagian kecil teman - teman kami yang tahu kalau mereka pernah jadian. Dan yang lebih tragis, selama Mela dan Putra jadian, Si Putra sering sms-an dengan Naya teman sedaerah Mela. Yang buat aku kaget, isi sms Putra menyatakan kalau Putra sebenernya sukanya sama Naya, tapi karena Naya sudah ada yang punya jadi ya gitu. Menurut pengamatanku intensitas sms Putra ke Naya lebih banyak daripada ke Mela. Bahkan kalau dilihat Putra dan Mela tidak seperti orang pacaran, ehmm seingetku sewaktu di kelas mereka jarang komunikasi. Ya kaya bukan orang pacaran gitu bahkan jauh. Aku dan Naya yang mengetahu realita tentang Putra cuma bisa diam, kami tidak memberitahukannya kepada Mela karena kami tidak ingin Mela sakit. Biarkan Mela tahu dengan sendirinya, begitu pikir kami. Ya walaupun mereka tidak seperti orang pacaran, tapi tersirat di wajah Mela kalau dia sedang kasmaran. Lambat laun Mela yang diperlakukan tidak selayaknya pacar mulai jenuh dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman saja.
Yach itulah realita,...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar